Berita Baru

Distribusi BAZNAS Banyumas

Mustahik Diseleksi Ketat

Proposal permohonan bantuan kepada Baznas Banyumas masuk setiap harinya. Perihalnya beragam, mulai dari bantuan orang sakit, biaya sekolah, bencana alam, modal kerja, hingga musafir yang kehabisan perbekalan. Semuanya harus dilayani dengan baik. Untuk disetujui atau ditolak proposalnya berdasarkan hasil keputusan rapat dengan mempertimbangkan kemaslahatan semua pihak. 

Penduduk miskin adalah suatu keniscayaan. Keterbatasan sumberdaya dan dana membuat pemerintah perlu menggandeng seluruh elemen masyarakat agar jumlah penduduk miskin terus berkurang. Baznas Banyumas pun turut berkontribusi dalam memberdayakan penduduk miskin melalui sejumlah program yang sudah dirancang.

Program-program yang digulirkannya disesuaikan dengan kebutuhan penduduk miskin di Banyumas. Permohonannya pasti berbeda-beda, tetapi program ini sudah cukup mengakomodasi kebutuhan para mustahik. Setidaknya mereka akan diarahkan pada program yang sesuai atau mendekati kebutuhannya.

Dalam mendistribusikan dana muzaki dalam bentuk zakat, infaq, dan sadaqah yang berhasil dihimpun ditempuh dengan melakukan waktu pelaksanaan dan pemenuhan persyaratan. Sebelumnya penthasarufan (penyaluran dana) dilaksanakan setiap semester dan kini digelar setiap triwulanan.

Dalam mendistribusikan dana muzaki, Baznas Banyumas memilah dulu sumber pendanaan yang berasal dari zakat, infaq, sadaqah. Zakat adalah kewajiban yang ditetapkan pada seorang muslim terhadap harta, sudah memenuhi syarat, waktu setorannya sudah ditentukan, serta penerimanya pun (mustahik) sudah ditetapkan dalam Al Quran dan Hadits.

Infak adalah membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zaka, serta yang waiib maupun sunnah. Kafarat, nadzar, zakat, dan sesuatu yang sudah ditetapkan Al Quran dan Hadits adalah bagian dari infaq wajib. Membantu masyarakat miskin, membantu korban bencana alam, menolong tetangga kesulitan, bangun jalan dan gedung, dan sebagainya adalah bagian dari infaq sunnah. Sadaqah belum luas lagi maknanya. Membaca tasbih juga bentuk dari sadaqah.

Calon mustahik di Banyumas cukup terdata dengan baik. Dari kalangan miskin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyumas, angka kemiskinan dari populasi penduduk Banyumas dalam lima tahun terakhir sebagai berikut : 16,92% (2017); 17,23 (2016); 17,52% (2015); 17,45% (2014); 18,44% (2013).    Jumlah usaha mikro dan kecil per Agustus 2017 sebanyak 214.329 unit dengan mempekerjakan 387.332 orang.  Jumlah pengangguran 37.103 orang (2016), 39.688 orang (2015), dan 45.321 orang (2014), 53.979 orang (2013).

Dalam kenyataannya nominal dana yang berhasil dihimpun Baznas Banyumas  belum banyak memberdayakan potensi umat Islam karena masih terbatas jumlahnya. Sedangkan proposal permohonan bantuan terus berdatangan tiada henti. 

Karena itu, proses seleksi calon mustahik sebagai sesuatu keharusan. Semua membutuhkannya. Namun tidak semua yang akan memperoleh bantuannya karena keterbatasan dana. Melalui tim khusus akan ditetapkan nama-nama mustahik berikut progam yang diperolehnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *